LAPORAN PENDAHULUAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK PDF

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA PADA PASIEN DENGAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK I. REFERAT Otitis Media Supuratif Kronik Penyusun: Santi Mariana Purnama ( ) Nyssa Jualim () Nita Sari Wijaya (). Bab I Pendahuluan. .. hukum, perusahaan asuransi kesehatan, media massa dan pihak lainnya jika diperlukan. ▫ Mempresentasikan . kematian, laporan kejadian luar biasa, laporan medikolegal serta keterangan medis . akut, kronik, emergensi, dan gangguan perilaku pada berbagai tingkatan usia dan jenis kelamin.

Author: Taubei Zulkidal
Country: Iraq
Language: English (Spanish)
Genre: Politics
Published (Last): 19 April 2006
Pages: 276
PDF File Size: 6.51 Mb
ePub File Size: 14.87 Mb
ISBN: 383-2-66877-138-4
Downloads: 11804
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Domi

We need your help to maintenance this website. Pemberian antibiotika tidak lebih dari 1 minggu dan harus disertai pembersihan sekret. Di bawah ke dua patokan ini berjalan saraf fasialis dalam kanalis tulangnya untuk keluar dari tulang temporal melalui foramen stilomastoideus di ujung anterior krista yang dibentuk oleh insersio otot digastrikus. Penyembuhan OM ditandai dengan hilangnya sel-sel tambahan tersebut dan kembali ke bentuk lapisan epitel sederhana.

Letak tulang mastoid pada telinga tengahDasar telinga tengah adalah atap bulbus jugularis yang di sebelah superolateral menjadi sinus sigmodeus dan lebih ke tengah menjadi sinus transversus. Pertahanan pertama ini ialah mukosa kavum timpani yang lapofan seperti mukosa saluran napas, mampu melokalisasi infeksi.

Gambar 9 Abses Mastoid, dimana terjadi pengumpulan pus di dalam rongga mastoid yang merupakan kelanjutan dari mastoiditisH. Menurut ketinggian batas superior dan inferior membran timpani, kavum timpani dibagi menjadi tiga bagian, yaitu epitimpanum yang merupakan bagian kavum timpani yang lebih tinggi dari batas superior membran timpani, mesotimpanum yang merupakan ruangan di meddia batas atas dengan batas bawah membrane timpani, dan hipotimpanum yaitu bagian kavum timpani yang terletak lebih rendah dari batas bawah membran timpani.

Infeksi mastoid terjadi setelah infeksi telinga tengah melalui beberapa stadium, yaitu1.

Cara pemilihan antibiotik yang paling baik adalah dengan berdasarkan kulturkuman penyebab dan uji resistensi. Oleh sebab itu, jangan diberikan secara terus menerus lebih dari minggu atau pada OMSK yang sudah tenang.

Infeksi umumnya terjadi dua tahun pertama kehidupan dan puncaknya pada tahun pertama masa sekolah1. Diagnosis Tidak seperti komplikasi intrakranial lainnya, tidak ada gejala yang sensitif atau spesifik sugestif dari proses penyakit ini. Gejala prodromal mendahului gejala infeksi 3.

Dinding posterior dekat ke atap, mempunyai satu saluran disebut aditus, yang menghubungkan kavum timpani dengan antrum mastoid melalui epitimpanum. Walaupun pencitraan universal untuk semua pasien yang memiliki cholesteatoma belum standar, tinjauan literatur menunjukkan bahwa penggunaan pencitraan CT pra operasi meningkat. Selain itu, adanya peningkatan beberapa kadar sitokin kemotaktik yang dihasilkan mukosa telinga tengah karena stimulasi bakteri menyebabkan otitiis akumulasi sel-sel peradangan pada telinga tengah.

  AMBROSE BIERCE CHICKAMAUGA PDF

Proses pneumatisasi ini sering terhenti atau mundur oleh otitis media yang terjadi pada usia tersebut atau lebih muda. Membran TimpaniMembran timpani dibentuk dari dinding lateral kavum timpani yang memisahkan liang telinga luar dari kavum timpani.

Hal ini dapat menerangkan tentang kemungkinan perluasan infeksi dari kronk timpani ke tulang mastoid.

REFERAT OMSK – Free Download PDF

Acute otitis media AOM is characterized strains. Foto ini berguna untuk pembedahan laporna memperlihatkan posisi sinus lateral dan tegmen3. Pada infeksi yang dicurigai penyebabnya telah resisten terhadap ampisilin, dapat diberikan ampisilin-asam klavulanat. Paresis atau kelumpuhan wajah pada OMA, OMK, atau cholesteatoma bukanlah diagnosis yang sulit untuk dibuat hanya dengan pemeriksaan sendiri. Rusty Hinge would but could someone explain in Lincs terms what “post nasel drip” is?.

Diagnosis Seringkali, diagnosis abses subperiosteal dibuat atas dasar klinis.

REFERAT OMSK

Pada mastoiditis akut sumbatan pada aditus ad antrum dapat terjadi karena edema mukosa, hipertrofi mukosa, hiperplasia jaringan granulasi, mukosa polipoid, serpihan tulang, sehingga menghambat aliran pus dari rongga mastoid ke telinga tengah. Dengan tidak adanya efek massa yang signifikan pada pencitraan, laporzn lumbal harus dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis dan memungkinkan untuk kultur dan tes sensitivitas.

Osteitis akut, disebut juga mastoiditis koalesen dengan atau tanpa abses sub periosteum3. Abses ini berkembang sebagai hasil dari perpanjangan hematogen sekunder menjadi tromboflebitis di hampir semua kasus, tetapi erosi tegmen dengan abses epidural dapat menyebabkan abses lobus temporal. Gangguan pendengaran mungkin ringan sekalipun proses patologi sangat hebat, karena daerah yang sakit ataupun kolesteatom, dapat menghambat bunyi sampai rkonik efektif ke fenestra ovalis.

Pada operasi ini fungsi pendengaran tidak diperbaiki. Dengan adanya demam tinggi spiking, atau kepedulian untuk tekanan intrakranial meningkat, CT scan pendahulan dikontraskan dilakukan untuk melihat tromboflebitis.

Abses ini dideskripsikan sebagai massa yang dalam dan lembut pada leher. Lapodan terjadinya komplikasi dari otitis media kronik dan kolesteatoma sudah menurun sejak semakin banyaknya antibiotik pada awal abad ke Diagnosis Diagnosis cepat meningitis bergantung pada pengenalan dari tanda-tanda peringatan oleh dokter.

Dinding posteriornya lebih luas daripada dinding anterior sehingga kotak tersebut berbentuk baji. Css – Abses Hepar Documents. Anatomi tuba eustachius anak dan dewasa Pada anak dengan infeksi saluran nafas atas, bakteri menyebar dari nasofaring melalui tuba Eustachius ke telinga tengah yang menyebabkan terjadinya infeksi dari telinga tengah.

  2003 TOYOTA AVALON OWNERS MANUAL PDF

Dengan terdapatnya cholesteatoma, mediator diaktifkan dari matriks, atau tekanan dari cholesteatoma itu sendiri, dapat menyebabkan osteolisis dan membuka labirin. Epitel respirasi ini mempunyai sel goblet dan sel yang bersilia, mempunyai stroma yang banyak serta pembuluh darah. Beberapa faktor lain yang mempengaruhi keadaan ini terutama patensi tuba eustachius, infeksi saluran nafasatas, pertahanan mukosa terhadap infeksi yang gagal pada pasien dengan daya tahan tubuh yang rendah, disamping itu campuran bakteri aerob otiitis anaerob, luas dan derajat perubahan mukosa, serta migrasi supurayif dari epitel skuamous.

Demineralisasi dinding seluler oaporan nekrosis tulang akibat iskemia dan tekanan eksudat purulen pada tulang septum yang tipis4. Dengan tersedianya antibiotika mutahir komplikasi otogenik menjadi semakin jarang, Pemberian obat-obat itu sering menyebabkan gejala dan tanda klinis komplikasi OMSK menjadi kabur.

Pasien juga mengeluhkan pendengaran pada telinga kanan menurun. Sayangnya, gambaran klasik tidak sensitif dalam identifikasi preoperatif fistula.

Penyakit tubotimpani ditandai oleh adanya perforasi sentral atau pars tensa dan gejala klinik yang bervariasi dari luas dan keparahan penyakit. Kadang abses dapat tembus keluar dan menimbulkan fistel. Dapat juga timbulnya nyeri kepala di bagian parietal atau oksipital, dan adanya mual, muntah proyektil, serita kenaikan suhu badan yang menetap selama terapi, merupakan tanda komplikasi intrakranial.

Pertahanan pertama adalah mukosa kavum timpani, yang mampu melokalisasi infeksi. Kolesteatom adalah suatu massa amorf, konsistensi seperti mentega, berwarna putih, terdiri dari lapisan epitel bertatah yang telah nekrotis.

Sekret yang bercampur darah berhubungan dengan adanya jaringan granulasi dan polip telinga dan merupakan tanda adanya kolesteatom yang mendasarinya. Managing Physical Panic attacks that is more likely to require treatment of the vestibular disorder. Kondisi ini melibatkan perforasi dari membran timpani, dengan adanya cairan yang keluar dari telinga otorrhea secara intermiten atau terus-menerus.

Preparat antibiotika topikal untuk infeksi telinga tersedia dalam bentuk tetes telinga dan mengandung antibiotika tunggal atau supurwtif, jika perlu ditambahkan kortikosteroid untuk mengatasi manifestasi alergi lokal. Pada keadaan tertentu, proses pneumatisasi dapat meluas ke bagian lain dari ssupuratif temporal.